Zohri Mesti Dapat Terus Menjaga Penampilannya

Zohri Mesti Dapat Terus Menjaga Penampilannya – Selesai lolos Olimpiade 2020, pelari Indonesia Lalu Zohri direncanakan sanggup mencatat waktu dibawah 10 detik pada Kejuaraan Dunia Atletik di Doha, Qatar, September 2019.

Baru saja ini Zohri udah mencatat waktu terbaik 10,03 pada nomer lari 100 mtr. di Seiko Golden Grand Prix 2019, Osaka, Minggu (19/5).

Catatan waktu di Osaka pastikan pelari asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), itu sukses ke Olimpiade 2020 Tokyo.

Awalnya, Lalu Zohri mencatat 10,13 detik di final Kejuaraan Atletik Asia di Doha, Qatar, 23 April saat lalu. Tetapi, dia sukses peruncing catatan saatnya 0,10 detik.

Pelatih Eni Nuraeni Martodihardjo akui tidak menduga Zohri dapat peruncing catatan waktu di Osaka. Lebih, anak didiknya itu tampil jadi undangan.

Lalu Zohri sukses ke Olimpiade 2020.Lalu Zohri sukses ke Olimpiade 2020.
“Sesungguhnya tidak menerka [bisa secepat itu peruncing catatan waktunya], namun Lalu Muhammad Zohri memang spesial,” ujar Eni.

Eni memperjelas akan tidak memberi beban terlalu berlebih pada Zohri. Program latihan terus sesuai dengan level pelari yang masih berumur 18 tahun.

“Insya Allah di Kejuaraan Dunia di Doha, Lalu Zohri dapat lari dibawah 10 detik,” ingin Eni.

Lolos Olimpiade, Zohri Ditarget Tulis Waktu di Bawah 10 Detik
Biarpun tdk turut ke Osaka, Eni menilainya tehnik start yang dibikin Lalu Zohri udah alami penambahan.

Biarpun udah punya hak tampil di Olimpiade, Zohri akan ikuti beberapa kejuaraan. Ini dikerjakan untuk jadi bahan pelajari serta tingkatkan perform di track.

“Zohri mesti dapat terus menjaga penampilannya, mengontrol performnya, jangan sempat jeblok .”

Lalu Zohri sempat diundang ke Istana Presiden RI.Lalu Zohri sempat diundang ke Istana Presiden RI.
Dalam peluang melakukan perbincangan dengan CNNIndonesia.com saat lalu, Zohri memang ingin untuk beradu dengan pelari top dunia. Itu terjadi di Osaka disaat dia mesti bertemu dengan pelari asal Amerika Serikat, Gatlin Justin.

Lalu Zohri cuma terpaut 0,03 detik dari Gatlin sebagai paling cepat pada kejuaraan atletik mempunyai label Grand Prix itu. Di barisan ke dua Yoshihide Kiryu asal Jepang yang mendapatkan perak dengan 10,01 detik.

“Saya udah tanam dalam diri jika saya miliki obyek dapat berlaga sama pelari top dunia, latihan mati-matian. Kekurangan yang ada semua mesti diperbaiki. Dengan melakukan perbaikan kekurangan mungkin dapat lebih baik serta tanding di level internasional.”

“Saya miliki obyek untuk dapat lari di kira-kira sembilan detik. 1-2 tahun saya meyakini saya dapat,” papar Lalu Zohri.