Warga Bikin Tanggul Darurat untuk Kurangi Banjir yang Rendam 6 Desa di Jombang

Warga Bikin Tanggul Darurat untuk Kurangi Banjir yang Rendam 6 Desa di Jombang – Banjir di Jombang menggenangi 6 desa di 3 kecamatan. Masyarakat mengusahakan kurangi resiko banjir dengan membuat bendungan darurat.

Kepala Sekai Kesiapsiagaan BPBD Jombang Gunadi menuturkan, 4 desa di Kecamatan Jombang yang terendam banjir ialah Desa Pulo Lor, Sengon, Denanyar, serta Sambong Dukuh. Di Kecamatan Sumobito, banjir menerjang Desa Trawasan, dan di Kecamatan Tembelang cuma Desa Mojokrapak yang terdampak banjir.

Keadaan sangat kritis berlangsung di Dusun Gentengan serta Pulo Panden, Desa Pulo Lor. Ketinggian air meraih 40 cm. Sesaat di desa yang lain, banjir cuma setinggi 20-30 cm menggenangi berjalan-jalan kampung.

” Yang menimbulkan banjir sebab hujan intensitas tinggi. Hingga air meluber dari sungai Dam Gudeh ketujuan ke Kecamatan Jombang, ” kata Gunadi terhadap wartawan, Rabu (10/4/2019) .

Banjir menjadikan pekerjaan sehari-harinya masyarakat terganggu. Kecuali mengevakuasi barang bernilai supaya gak terbenam oleh banjir, masyarakat pula melakuan usaha swadaya untuk kurangi resiko banjir.

Seperti yang dijalankan masyarakat RT 1 Dusun Gentengan, Desa Pulo Lor. Masyarakat menempatkan batang pohon pisang di gang masuk kampung.

Batang pohon pisang itu dimanfaatkan masyarakat jadi tanggul darurat. Kegunaannya untuk membendung air yang meluap dari sungai yang membelah Desa Pulo Lor.

” Kami bendung untuk kurangi air yang masuk, ” terangnya Ketua RT 1 Dusun Gentengan Heri Aldi.

Banjir yang menggenangi lingkungannya, kata Heri, berlangsung mulai sejak subuh barusan. Menurutnya, masyarakat memprotes situasi keadaan sebagai berlangganan banjir tiap-tiap hujan lebat turun.

” Ini udah tahunan, kalaupun hujan lebat tetap banjir, ” jelasnya.