Video Emak-emak Ngamuk Motornya Diangkut Dishub DKI Viral di Medsos

Video Emak-emak Ngamuk Motornya Diangkut Dishub DKI Viral di Medsos – Video seseorang emak-emak mengamuk viral di sosial media. Ia marah-marah karena motornya yang diparkir di trotoar diangkut UP Parkir Dishub DKI Jakarta.

Dalam video itu, emak-emak itu marah-marah pada salah seseorang petugas UP Parkir. Momen itu berlangsung pada Kamis (28/2) di Jalan Jaksa, Jakarta Pusat. Petugas UP Parkir mengangkat motor yang berada di trotoar di Jalan Jaksa sama dengan ketentuan yang laku. Akan tetapi wanita itu tidak terima serta marah-marah pada petugas.

Petugas UP Parkir lalu menuturkan kendaraan yang terparkir di trotoar melanggar ketentuan. Dia menjelaskan ketentuan parkir telah diputuskan dalam Pergub 188 Tahun 2016.

“Ibu janganlah gunakan ngotot. Jika ingin ada apa-apa, ke Sudin (Dishub DKI), Sudin Pusat. Saat ini saya bertanya, fungsinya trotoar buat apakah? Ini telah ada ketentuannya,” tutur petugas itu.

Akan tetapi emak-emak itu masih tetap tidak terima kendaraan roda duanya diangkut UP Parkir. Karena, menurut dia, pengendalian parkir di Jalan Jaksa tengah dibicarakan oleh Pemprov DKI.

“Tetapi di sini belumlah ada kepastian. Bapak pasang plang tidak? Mesti bicara dahulu ke masyarakat, saya tidak mau tahu. Saat ini memang Bapak tidak tahu saat ini ada rapat? Tidak ada, ke Pak Maruli (Kabid Pengendalian Operasional Dishubtrans DKI Jakarta) dahulu, tidak ada narasi,” memprotes emak-emak itu pada petugas UP Parkir.

Kepala Satpel Service serta Penertiban UP Perparkiran Bima Dwi Haryudi menuturkan momen itu. Bima menjelaskan pengusutan dikerjakan sebab ada masyarakat di Jalan Jaksa yang memarkir kendaraan di trotoar. Walau sebenarnya Jalan Jaksa adalah tempat dilarang parkir di jalan sama dengan Pergub 188 Tahun 2016.

“Objek pengusutan ialah pelanggaran pemakaian ruangan punya jalan untuk parkir serta pelanggaran pemakaian trotoar. Jalan Jaksa tidak tertera dalam Pergub 188/2016 menjadi tempat parkir on street (dilarang parkir). Trotoar jelas fungsinya ialah sarana pejalan kaki,” kata Bima waktu diminta konfirmasi, Jumat (1/3/2019).

Berkaitan pengendalian parkir di Jalan Jaksa, Bima mengaku sedang dibicarakan oleh Pemprov DKI, terutamanya di deretan Dishub DKI. Bahasan pengendalian parkir di Jalan Jaksa itu dikerjakan sebab terdapatnya aduan masyarakat ditempat atas minimnya tempat parkir yang mengakibatkan penurunan kunjungan turis asing.

Akan tetapi, lanjut Bima, saat rapat bahasan parkir, petugas UP Parkir melintas di Jalan Jaksa serta merasakan pelanggaran. Karenanya, petugas lakukan operasi cabut pentil (OCP) serta mengangkat motor yang terparkir di trotoar.