Trump Lewat Twitter Awal Mulanya Mengutuk Serangan

Trump Lewat Twitter Awal Mulanya Mengutuk Serangan – Presiden Amerika Perkumpulan Donald Trump kembali memetik pro-kontra sesudah mengutuk teror di Barcelona dengan mengutip mitos palsu mengenai memerangi Muslim dengan peluru darah babi.

Seperti ditulis The Washington Post, Jumat 18 Agustus 2017, Trump lewat Twitter awal mulanya mengutuk serangan di Las Ramblas serta tawarkan pemberian AS untuk Spanyol.

Namun, dalam tweet kelanjutan, pria gaek itu menghidupkan kembali mitos perang Muslim di Moro, Filipina, yang dikerjakan Jenderal AS, John J. Pershing lebih kurang seabad kemarin. Jenderal Pershing sempat jadi gubernur propinsi Moro sementara pendudukan Amerika di Filipina pada 1909-1913.

“Pelajari apa yang dilaksanakan Jenderal Pershing dari AS pada teroris sementara di tangkap. Tak ada sekali lagi Teror Islam Radikal sepanjang 35 th.! ” kicau Trump lewat akun @realDonaldTrump.

Mitos ini sempat dilontarkan Trump terlebih dulu dalam kampanye Februari th. lantas, mendekati Pilpres AS 2016. Trump bercerita satu cerita didepan beberapa pendukungnya di Carolina Selatan.

” Itu cerita yang mengerikan, namun juga akan terus saya beritahukan pada kalian, ” kata Trump didepan beberapa pendukungnya di Carolina Selatan, Februari 2016, seperti yang diambil dari Newsweek.

Saat itu, sang calon presiden akan menjelaskan secuil cerita yang, menurut dia, bersumber dari kenyataan histori Perang Amerika-Filipina (1899-1902), perseteruan bersenjata pada Amerika Perkumpulan dengan Republik Filipina Pertama.

Dari perspektif Filipina, perseteruan bersenjata itu yaitu satu diantara rangkaian perang kemerdekaan dari pendudukan serta kolonialisme AS.

” Mereka (Republik Filipina Pertama) dahulu mempunyai problem terorisme, seperti kita, ” tutur Trump.

Ia selanjutnya bercerita tindakan satu diantara perwira tinggi AS, Jenderal John J Pershing serta ‘ritual khusus’ yang ia kerjakan saat mengeksekusi 50 pejuang muslim Bangsa Moro Filipina sebagai tawanan perang tentara AS dalam Perang Amerika-Filipina.

Kiat yang diusulkan @realDonaldTrump serta cerita yang ia beritahukan di Carolina Selatan, mengacu pada suatu mitos palsu.

Menurut situs elektronik pencari kenyataan Snopes. com, narasi itu adalah cerita palsu karna tak ada bukti yang mensupport hal semacam tersebut. Situs pencari kenyataan beda, Politifact, menuturkan hal seirama.

Penegasan kalau cerita Jenderal Pershing serta peluru darah babi palsu juga dikuatkan oleh Brian M Linn, profesor histori dari Texas A&M University. Linn mengatakan kalau cerita yang dituturkan serta dirujuk oleh Trump adalah ‘cerita yang dibuat-buat’.

Mitos peluru darah babi Pershing sesungguhnya sudah lama digemari banyak orang sebelumnya tweet terkini Trump, bahkan juga mendahului pidatonya di Carolina Selatan 2016 lantas keluar.

Menurut pencarian, mitos itu sudah digemari banyak orang sebentar pasca-peristiwa teror 11 September 2001. Pemakai internet saat itu intens menelisik secuil cerita serta narasi mengenai operasi kontra-terorisme militer AS dalam War on Terrorism di Afghanistan serta Irak pasca-9/11.

” Awalannya cerita itu keluar dari sumber situs elektronik anti-Muslim saat menyikapi momen teror 11 September 2001, tidak dari beberapa sejarawan atau akademisi, ” papar Linn yang menyebutkan kalau cerita itu datang dari grup sentimen anti-Islam.

” Walau demikian, terus tak ada bukti yang mensupport cerita itu, ” lebih Linn.

Adapun MajalahTime mengutip dua sejarawan menyebutkan kalau tak ada bukti dari kebenaran mengenai mitos “perang Muslim” di Moro yang dikerjakan Jenderal Pershing seperti diceritakan Trump.
Pemeriksaan Time mengacu pada History News Network yang mendapatkan artikel Chicago Daily Tribunepada 1927, yang bercerita kalau Pershing menaburkan darah babi pada beberapa narapidana, lantas membebaskan mereka.
Tak cuma palsu retorika yang di tawarkan oleh cerita Trump, baik diinterpretasi dengan harfiah atau hanya kiasan, tidak bisa jadikan juicetifikasi jadi landasan kebijakan satu pemerintah untuk mengatasi gosip terorisme.