Sidang Buni Yani akan digelar di Gedung Perpustakaan

Terdakwa masalah ujaran kebencian Buni Yani dijadwalkan melakukan sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat dalam masalah ujaran kebencian. Sidang juga akan di gelar di Gedung Perpustakaan serta Arsip Kota Bandung, Selasa (3/10).

Ditulis dari Pada, pada sidang terlebih dulu, Selasa (26/9) lantas, Ketua Majelis Hakim M Saptono menyebutkan sidang dipending dengan agenda tuntutan hukuman.
Saksikan juga : ‘Kesaksian Yusril Memperingan Dakwaan Buni Yani’
Penyidik Polda Metro Jaya mengambil keputusan Buni Yani jadi tersangka pada 23 November th. lantas sesudah yang berkaitan mengunggah video pidato Gubernur Basuki Tjahaja Purnama di Pulau Pramuka, Kelurahan Panggang, Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta.

Video pidato yang memberitahukan aktivitas Ahok saat menjabat jadi gubernur DKI Jakarta itu berdurasi 1 jam 48 menit.

Sesaat Buni memotong video itu jadi 30 detik, pada menit ke 24 sampai 25. Video hasil editannya lalu diupload ke akun Facebook pribadinya serta jadi viral.

Video itu juga menyebabkan terjadinya tindakan demo besar-besaran menuntut sistem hukum pada Ahok yang dipandang sudah menista agama Islam. Dalam sistem hukum itu, majelis hakim menyebutkan Ahok bersalah serta divonis dua th. penjara.
Saksikan juga : Buni Yani : Masalah Ahok Bukanlah Gara-Gara Saya
Buni Yani lalu didakwa menebarkan info tanpa ada hak hingga menyebabkan kebencian di orang-orang.

Ia dinilai tidak miliki hak mengedit serta menebarkan video pidato Ahok yang di dalamnya diisi cuplikan surat Al Maidah.

Jaksa mendakwa Buni tidak mematuhi Pasal 32 ayat 1, juncto 48 ayat 1, UU Nomor 11 Th. 2008 mengenai Info serta Transaksi Elektronik, juncto UU RI Nomor 19 Th. 2016 mengenai Perubahan atas UU 11/2008.

Buni Yani sendiri pada persidangan ke-10 menyatakan kalau masalah yang menjerat Ahok tidaklah akibat dari unggahannya di Facebook.

” Saat saya menulis, telah beberapa orang yang tidak suka dengan beragam argumen. Itu tuduhan (jaksa penuntut umum) tidak berdasarkan, ” tutur Buni Yani.