Rute Tour de Banyuwangi Ijen 2018

┬áRute Tour de Banyuwangi Ijen 2018 – International Tur De Banyuwangi Ijen diawali besok. Pertandingan balap sepeda kelompok 2.2 itu diselenggarakan dalam empat etape dengan keseluruhan trek selama 599 km.

Tur de Banyuwangi Ijen, yang diselenggarakan pada 26-29 September, dibarengi oleh 19 team yang diperkokoh pembalap dari 25 negara berlainan. Peserta akan berebutan titel juara dari empat etape yang dilombakan dan gelar juara umum.

Tiap-tiap etape beberapa rider akan memulai lintasannya dari garis start serta finish berlainan. Tiap-tiap etape menyuguhkan rute yang variasi.

Chairman Tur de Ijen Banyuwangi, Guntur Priambodo, menyampaikan rute tahun ini berlainan daripada tahun kemarin. Diantaranya, rute tanjakan Ijen yang umumnya akan jadi penentu juara ditempatkan di etape paling akhir.

Keseluruhan ascend (tanjakan) pada tahun ini semakin banyak di banding tahun tempo hari, tahun ini seputar 4.000 mtr.. Rider mesti pintar mengatur taktik, terpenting di rute tiga serta rute empat,” kata Guntur pada detikSport, Selasa (25/9/2018).

Guntur menuturkan pada etape pertama (153,1 km) dari Kantor Pemkab serta finish di Rowo Bayu, Songgon, beberapa rider akan langsung disajikan tanjakan di lokasi Sragi Songgon sampai finis pada ketinggian seputar 700 mdpl.

“Walau etape pertama, langsung dilawan rute naik, tanjakannya telah masuk kelompok dua dengan panjang tanjakan 10 km lebih. Di sini kita bisa lihat siapapun yang termasuk climber. Mereka langsung bisa mencari gap waktu di sini,” kata Guntur.

Masuk etape ke-2 (179,3 km), pembalap akan melewati rute flat. Titik start dari dari Stasiun Kalibaru serta kembali finis di Kantor Pemkab. Bila etape pertama mempunyai tanjakan diakhir rute, tidak demikian perihal di etape ke-2. Ini ialah etape beberapa sprinter. “Walau flat, ini adalah rute terpanjang, hingga cukuplah kuras tenaga. Ini peluang buat sprinter untuk mengambil point,” kata Guntur.

Di etape tiga (139,4 km), lanjut Guntur, termasuk rute berat sebab rutenya tidak hanya ada tanjakan rider ada juga rolling. Rute ini ambil start di Genteng. “Rider akan mulai naik di lokasi Songgon, lantas rolling (turun naik, Red.). Lalu naik lagi di daerah Pakel untuk finish di Kantor Pemkab,” Guntur memberikan.

Etape empat (127,2 km), dengan rute Desa Sarongan Kecamatan Pesanggaran serta finish di Paltuding, Ijen. Dari pertama start, kata Guntur, beberapa rider telah akan melalui tanjakan di daerah Kandangan. Banyak rute tanjakan yang akan dilalui sampai mereka telusuri rute kaki Gunung Ijen.

“Dari pertama rute, rider juga bakal terpecah-pecah, terdiri dari peleton sebab rutenya banyak tanjakan. Di sini dapat jadi rute penetapan pemenang,” kata Guntur.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyampaikan dengan trek selama 599 km. ini, beberapa rider akan telusuri pemandangan elok Bumi Blambangan sampai berpacu mengalahkan rintangan ekstrim tanjakan Gunung Ijen. Semua rute tersaji komplet, mulai pedesaan, perkebunan, pegunungan, sampai pantai.

“Melalui beberapa lokasi indah yang beragam, beberapa pembalap akan diperlihatkan keramahan masyarakat. Ini sama dengan ide sport tourism ITdBI, dimana arena berolahraga berpadu dengan taktik peningkatan pariwisata,” tutur Anas.

“Kami mengusahakan titik start serta finis yang berlainan tiap-tiap tahunnya. Seperti tahun ini, kami ingin memperkenalkan rider dua tempat sangat ujung di Banyuwangi, seperti di Sarongan serta Kalibaru. Tentu saja, ada jalan baru yang akan dilintasi rider,” kata Anas.

Peserta: 19 team (15 team asing, termasuk juga continental tim yang disebut divisi tiga balap sepeda dunia, serta empat)
4 team continental: Kinan Cycling Tim (Jepang), Terengganu Cycling Tim (Malaysia), Ningxia Sports Livial (China)
Keseluruhan jarak tempuh: 599 kilometer
4 etape