Ratusan Buruh Tergabung dalam FSPMI Cirebon Berdemonstrasi Saat Peringatan May Day

Ratusan Buruh Tergabung dalam FSPMI Cirebon Berdemonstrasi Saat Peringatan May Day – Beberapa ratus buruh yang terhimpun dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Cirebon Raya berdemonstrasi di Balai Kota Cirebon pada peringatan Hari Buruh, Rabu (1/5/2019). Tidak hanya menuntut gaji wajar, FSPMI menuntut ditegakannya demokrasi yang berkeadilan.

Sekjen FSPMI Cirebon Raya Mohamad Machbub menjelaskan penerapan pemilu serempak 2019 jangan pernah tercoreng oleh kecurangan-kecurangan. Menurut dia, pesta demokrasi harus diadakan dengan adil dan jujur. FSPMI menyorotisoal hasil Pemilihan presiden 2019.

“Tegakkan demokrasi yang Jujur, adil serta damai, terutamanya dalam penentuan presiden. Pemilu harus dijaga serta digerakkan dengan adil dan jujur sampai penentuan juara kelak,” sebut Machbub pada mass media di Balai Kota Cirebon, Jalan Siliwangi Kota Cirebon, Jawa barat, Rabu (1/5/2019).

Machbub memperingatkan supaya pelaksana pemilu masih adil dan jujur. “Kami meminta untuk semua pelaksana pemilu dari tiap tingkatan untuk berlaku adil dan jujur, janganlah melakukan perbuatan manipulasi,” kata Machbub.

FSPMI menampik gaji murah serta menuntut pemerintah untuk mencabut ketentuan pemerintah nomer 78/2015 mengenai penggajian. “Elemen KHL harusnya dinaikan jadi 84 item. Ketentuan nomer 78/2015 sudah menghilangkan hak berdialog buruh mengenai gaji,” katanya.

, Machbub memandang outsourcing serta magang adalah bentuk perbudakan moderen. Lalu, lanjut negara harus dapat jamin kesehatan rakyatnya.

“Kita menuntut harga listrik serta sembako. Gaji yang hanya terbatas menyebabkan turunnya daya beli pekerja. Kesejahteraan guru honorer serta ojek online harus dinaikkan,” tuturnya.