Polri Memproses Laporan Pelanggaran Pemilu Berupa Praktek Politik Uang Hingga Pelibatan Anak Dalam Kampanye

Polri Memproses Laporan Pelanggaran Pemilu Berupa Praktek Politik Uang Hingga Pelibatan Anak Dalam Kampanye – Sentral Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) sudah terima 554 laporan berkaitan pendapat tindak pidana pelanggaran hukum saat kampanye sampai Jumat 5 April 2019. 132 laporan tengah diolah Polri.

“Dari 554 itu di teliti oleh kami di sentral Gakkumdu, dipastikan 422 tidak penuhi kriteria pidana pelanggaran Pemilu serta 132 yang kita diteruskan,” kata Kepala Biro Pembinaan serta Operasional (Karobinopsnal) Bareskrim Polri Brigjen Nico Afinta dalam diskusi di Hotel Ashley Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (5/4).

Nico menjelaskan, 104 dari 132 masalah itu sudah diserahkan ke kejaksaan. Lalu 20 masalah tidak dapat diteruskan serta bekasnya 8 masalah yang lain masih tetap proses penyelidikan.

Masalah yang diadukan seperti dalam kampanye di luar agenda, praktek politik uang, kampanye yang menyertakan anak-anak sampai kampanye dalam tempat beribadah.

“Kampanye memakai sarana negara, lalu rusaknya alat peraga kampanye, mengadu domba, serta mengacaukan jalannya kampanye,” tutur ia.

Walau demikian dalam laporan itu, ia menyebutkan Gakkumdu belum terima laporan tentang dana kampanye.

“Masih tetap belumlah ada, tetapi kelak jika ada masih prosesnya sama lewat proses sentral Gakkumdu. Disana ada Bawaslu, Polri, kejaksaan. Kelak kita kaji disana,” kata Nico.