Pemerintah Beserta BPOM Harus Lebih Waspada Mengenai PCC

Pemerintah Beserta BPOM Harus Lebih Waspada Mengenai PCC – Pemerintah dalam hal tersebut Tubuh Pengawasan Obat serta Makanan (BPOM) udah kecolongan tentang penyebaran obat PCC (Paracetamol, Caffein, and Carisoprodol) di Sulawesi Tenggara yg sebabkan banyak korban dikalangan remaja serta anak-anak.

Wakil Ketua DPR Agus Hermanto lantas mendorong biar pemerintah kembali berusaha giat menyaring peredaran obat-obatan yg mempunyai kandungan unsur negatif ditengah warga.

” Pemerintah kecolongan kembali. Kami memohon BPOM biar lebih berusaha giat maka tak bisa kecolongan kembali, ” kata Agus lewat info terdaftar, Senin (18/9/2017) .

Agus lantas mengkritik kemampuan BPOM yg acapkali kecolongan. Beberapa persoalan seperti vaksin palsu sampai peredaran PCC jadi diantara satu bukti BPOM lupa.

Tertulis sampai 14 September 2017, ada 61 orang dilarikan ke beberapa rumah sakit di Kendari, karna overdosis PCC. Biasanya dari korban ini menjadi siswa SD serta SMP.

Agus memohon BPOM utk mendeteksi dengan cara awal juga laksanakan pengawasan maximum kepada peredaran obat-obat yg mengedar di warga.

“Hal ini mesti diinvestigasi keseluruhan oleh pihak tentang, baik Tubuh Narkotika Nasional (BNN) , Kepolisian, Kementerian Kesehatan, serta BPOM buat mengusut selesai atas beredarnya obat PCC, maka ke depan tdk ada kembali peredaran obat PCC, ” kata Agus.