Peluang Lolos Lifter Putri Olimpiade Tanpa Sri Wahyuni

Peluang Lolos Lifter Putri Olimpiade Tanpa Sri Wahyuni – Sri Wahyuni dicoret dari pelatnas angkat besi sebab tengah hamil. Pengurus Besar Pesatuan Angkat Berat serta Angkat Besi Semua Indonesia (PB PABBSI) juga merubah targetnya ke arah Olimpiade 2020.

Sri menikah pada 6 Desember 2018 di Bandung. Satu bulan berlalu, peraih medali perak Olimpiade 2016 serta Asian Games 2018 itu juga menyampaikan kabar dianya telah berbadan dua.

Di lain sisi, kebahagian itu jadi pekerjaan rumah berat untuk angkat besi Indonesia. Yuni yang dijagokan mengulang-ulang keberhasilan lolos Olimpiade sangat terpaksa dicoret dari pelatnas.
Walau sebenarnya rangkaian pertandingan ke arah Olimpiade telah disediakan pelatih serta PB PABBSI. Yuni pun sering jadi andalan di bidang putri semenjak Olimpiade 2016.

“Ini jadi PR (pekerjaan rumah) yang berat buat kami. Sebab tidak ada alternatif di kelas Yuni (49 kg). Sekalinya ada, pesaingnya beresiko,” kata Kepala Bagian Pembinaan Prestasi PABBSI, Alamsyah Wijaya, pada detikSport, Selasa (8/1/2018).

Walau Yuni sering dihandalkan, Alamsyah tidak menolak kalay terakhir prestasi atletnya condong alami penurunan, terpenting semenjak Asian Games 2018. Yuni yang diinginkan mencapai medali emas cuma dapat ada di rangking ke-2 kelas 48 kg.

Lalu pada laga kwalifikasi pertama di Kejuaraan Dunia 2018 Ashgabath, Yuni cuma dapat masuk di delapan besar dunia di kelas 49 kg. Karenanya, PB PABBSI semakin lebih dahulu konsentrasi ke kesempatan lolos beberapa atletnya ke Olimpiade.

“Ya, jadi itu saat ini konsentrasi kami kesempatan untuk lolos dahulu. Sebab tiap-tiap negara cuma dikasih paket tiga lifter putra serta putri,” Alamsyah menuturkan.

“Di bidang putri kami masih tetap miliki kesempatan lolos seperti Acchedya Jagaddhita serta Syarah Anggraini masih tetap dapat. Tetapi untuk kesempatan medali di kelas 49 kg bahaya,” imbuhnya.

Alamsyah sekaligus juga menyatakan jika ketiadaan Yuni di pelatnas tidak membuat keadaan pelatnas dipengaruhi.

“Kami langsung konsentrasi ke tujuan yang ada-ada saja. Sebab telah tidak mungkin mencari alternatif (Yuni),” tutur ia.