Olahraga Lari Dapat Menjaga Kesehatan Ruas Tulang Belakang

Olahraga Lari Dapat Menjaga Kesehatan Ruas Tulang Belakang – Orang yang teratur lari atau jalan cepat didapati mempunyai disc atau bantalan antar ruas tulang belakang yang sehat dibanding dengan yang tidak terlalu sering beraktivitas fisik.

Temuan studi itu menyanggah pikiran kalau kesibukan fisik seperti lari bisa membebani tulang belakang. Lari nyatanya malah memperkuat keadaan tulang belakang.

Tulang belakang manusia sebagai mekanisme yang rumit, terbagi dalam tulang punggung yang ada diantara bantalan tulang riskan berupa cakram (intervertebral disc) . Cakram ini, berupa seperti bantalan kecil, diisi cairan kental yang menghimpit serta menyerap desakan sementara bergerak, merawat tulang belakang berbentuk kerja yang baik.

Bersamaan menambahnya umur, ada penyakit atau cedera, cakram di tulang belakang dapat alami penurunan serta membengkak, menyebabkan sakit punggung serta pada akhirnya melemahkan peranannya.

Sampai sekarang ini, ilmuwan serta beberapa dokter tetaplah yakin kalau kita tidak dapat banyak berbuat untuk menguatkan peranan cakram tulang belakang. Otot serta tulang bereakasi pada desakan fisik pergerakan dengan jadi semakin besar serta kuat. Namun, beberapa pakar yakini kalau cakram tulang belakang tetaplah tidak tahan pada sistem ini serta mungkin saja malah dirundung kesakitan kronis karna lari.

Studi terakhir yang dipublikasikan bln. April 2017 di Scientific Reports, membuka beberapa peneliti dari Deakin University di Australia mempelajari tulang belakang orang yang lari serta tidak.

Mereka menganaisa 79 orang, dimana 2/3 merupakan seseorang pelari. Beberapa diantara beberapa pelari ini mengakui lari lebih dari 30 km. satu pekan dalam latihan. Mereka dikategorikan jadi kelompok pelari jarak jauh.

Pelari yang lain mengakui lari pada 12 sampai 25 mil dalam satu minggu. Semua pelari udah lari minimal sepanjang lima th.. Sesaat grup paling akhir merupakan mereka yang tidak sempat latihan lari sekalipun.

Untuk memperoleh hasil yang akurat, peneliti memohon relawan menggunakan Akselerometer sepanjang satu pekan. Lalu tulang belakang mereka di check memakai MRI untuk mengukur ukuran serta kecairan cakram.

Akhirnya, memanglah ada ketidaksamaan. Pada umumnya, cakram atau bantalan tulang riskan beberapa pelari semakin besar serta diisi banyak cairan daripada orang yg tidak lari.

Pemimpin studi serta profesor di Institute for Physical Activity and Nutrition at Deakin University, Daniel Belavy, menuturkan karna ukuran cakram semakin besar serta cairan semakin banyak, beberapa pelari mempunyai kesehatan cakram tambah baik ketimbang mereka yang tidak sempat melakukan aktivitas fisik.

Menariknya, ketidaksamaan jarak lari tidak nyaris tidak mempunyai arti. Cakram beberapa orang yang lari kurang dari 30 km. nyaris sama juga dengan mereka yang termasuk juga pelari jarak jauh. Berarti lari jarak jauh tidak berperan pada makin tambah besarnya ukuran cakram, juga tidak beresiko negatif pada kemerosotan cakram.

Untuk memperoleh bukti yang lebih kuat, beberapa peneliti menginginkan memahami level latihan baik untuk kesehatan cakram serta mulai menganalisa mendalam akselometer mereka.

Akselometer mengukur gerakan seperti kemampuan akselerasi atau berapakah banyak kemampuan badan sementara bergerak.

Beberapa peneliti memohon 10 sukarelawan untuk memakai treadmill serta akhirnya cukup mengagetkan, kalau lari tidak betul-betul dibutuhkan. Jalan cepat dengan kecepatan empat mil /jam atau jogging, nyatanya cukup hasilkan kemampuan fisik untuk membuat cakram yang paling sehat.

Disamping itu jalan enjoy serta berdiri ditempat tidak memberi faedah yang sama. Kesibukan yang terbagus untuk cakram merupakan jalan cepat serta jogging. Walaupun hasil studi ini tidak tunjukkan latihan dapat membuat cakram lebih sehat, namun cuma orang yang lari yang mempunyai cakram sehat.