Nikmatnya Menjadi Asisten Pelatih Ganda Putri

Nikmatnya Menjadi Asisten Pelatih Ganda Putri – Dahulu dididik, saat ini yang menggembleng. Kalimat itu mungkin pas mengondisikan Nitya Krishinda Maheswari sekarang ini.

Nitya yang terdegradasi dari pelatnas PBSI, sekarang coba peruntungan karirnya dii dunia kepelatihan. Eng Hian bersama dengan PBSI buka jalannya menjadi asistennya di ganda putri penting tetapi bukan prioritas.

Rintangan itu juga langsung dijawab Nitya dengan menjalankan pekerjaan barunya itu. Hal tersebut juga terlihat di hari ke-2 latihan tim nasional ganda putri Selasa (8/1/2018) pagi di pelatnas Cipayung.

Dari pantauan detikSport, peraih medali emas Asian Games 2014 ini, memberi kursus basic peletakan bola pada salah satunya atlet ganda putri. Saat berkali-kali. Di lain sisi, Eng Hian, pelatih penting ganda putra, ada disamping lapangan konsentrasi pada pasangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu
Selesai melatih, Nitya memberika kesan-kesannya. Ia katakan cukuplah nikmati proses itu. “Jika rasa-rasanya ya enak. Saya tidak lelah,” kata Nitya, lalu ketawa.

“Tetapi tentu beda lah. Dahulu pemain ya itu tanggung jawab, kami bangun pagi, latihan, tetapi bukan bermakna tempat saya saat ini pun tidak ada tanggung jawabnya malah semakin besar,” ia menuturkan.

Menurut Nitya, menuntun orang itu tidak gampang tetapi minimum bisa rasakan seperti apakah tempat pelatih itu. “Kami tidak dapat membiarkan anak-anak kasih program lalu ya telah kami lakoni. Tidak. Mesti disaksikan cocok ataukah tidak. Saat ini lebih detil saja,” tuturnya.

Nitya menuturkan kemauan jadi pelatih sebenarnya tidak sempat terpikirkan olehnya. Ia cuma konsentrasi jadi atlet berprestasi.

“Kemauan dahulu tidak kepikiran. Lebih seperti saya menjadi atlet all out, saya latihan yang benar, kasih prestasi semampu saya. Tetapi terakhir banyaknya waktu kosong saat cedera ke-2. Semula apakah enak kali ya tidak pekerjaan kembali, tetapi di lain sisi tidak dapat bila tidak dapat di bulutangkis,” ia mengutarakan.

“Jadi koh Didi tawarkan oh saya dapat kasih ke PBSI serta negara tetapi dengan kerangka berlainan,” imbuhnya.

Nitya mendapatkan keuntungan sebab atlet yang dilatihnya peenah jadi rekan duetnya saat tidak kembali bersama dengan Greysia. Hingga, ia sendiri telah terlatih dituakan. Tetapi supaya tidak terbuai, wanita berumur 30 tahun itu, selalu bertukar opini dengan masternya, Eng Hian.

“Saya semakin banyak sharring dengan Koh Didi sebab ia yang lebih tahu pribadi saya seperti apakah. Ia juga paham pengalaman mesti bagaimana,” katanya.

“Tetapi saya pun tidak ingin batasi atau memberikan jarak pada pemain. Contohnya, oke saya bukan pemain kembali sebab kelak justru tidak nyaman ke merekanya. Tetapi masih ada batasan serta selama ini saya tidak ada permasalahan untuk membawa diri,” imbuhnya.