Mobil Hybrid Akan Menjadi Perhatian Pemerintah

Pemerintah Kementerian Perindustrian mempertimbangkan soal keputusan untuk menurunkan emisi karbon gas buang pada kendaraan. Meningkatkannya bahan bakar dari tipe Euro 2 ke Euro 4. Dan pada saat ini terlihat pemerintah sedang melirik mobil tenaga hybrid. I Gusti Putu Suryawirawan selaku Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE), saat di Jakarta Pusat mengungkapkan, setelah mengamati beberapa karakter mobil yang terdapat di Indonesia, dirasa cukup penting untuk mulai memasarkan mobil hibrid.

Pemerintah juga telah mencoba beberapa kekurangan yang ada untuk diperbaiki dan di beri fasilitas supaya mobil hibrid bisa masuk ke Nusantara. Dari catatan yang di peroleh berdasarkan parameter dari waktu pengisian bahan bakar, emisi yang di timbulkan, infrastruktur pengisian, tenaga dari mesin dan juga jarak tempuh, yang dianggap paling ideal adalah mobil hibrid. “Pemerintah harus menciptakan sesuatu agar meningkatnya daya tarik terhadap mobil hibrida, atau plug in hibrida di Indonesia, saat ini kita sedang berbicara soal hybrid yang ada dua standar yakni Eropa dan Jepang,” ujar Putu.

Putu menjelaskan tidak akan ada patokan standar dari negara-negara tersebut. “Kebanyakan orng mengatakan bahwa kita harus mengikuti Eropa atau pun Jepang,  Lalu mengapa kita tidak buat sendiri? Sehingga kita membuat untuk standar kita sendiri,” ungkapnya. Putu melanjutkan, pemerintah akan mendorong untuk produksi mobil hibrida di Indonesia dan harapannya dapat menurunkan emisi karbon yang terdapat di Indonesia.