MA Menanti Hasil INVESTIGASI Dari Bawas Yang Berada Di Bali

MA Menanti Hasil INVESTIGASI Dari Bawas Yang Berada Di Bali – Komisi III DPR menekan supaya seseorang hakim pengadilan negeri (PN) di Bali berinisial D sebagai perebut bini orang (pebinor) dikeluarkan. Akan tetapi MA sekarang menanti hasil investigasi dari team Tubuh Pengawas (Bawas) yang berada di Bali.

“Karena itu yang tahu itu team. Sekarang ini belumlah tahu, kita nunggu hasil team sesudah lakukan investigasi bagaimana, kita nantikan,” kata jubir MA, Abdullah, waktu dihubungiNamun Abdullah tidak dapat pastikan dengan tentu kapan hasil itu dapat didapati. Karena, kontrol bukan sekedar dikerjakan pada satu atau dua orang.

“Belumlah tuntas (penyidikan). Satu minggu saja belumlah pasti tuntas. Team kan masih tetap di daerah belumlah balik serta yang diminta info bukan sekedar satu atau dua orang serta kebanyakan orang yang tahu itu kita mintai info,” ucap Abdullah.

Awal mulanya, MA serta Komisi Yudisial (KY) berjalan lakukan investigasi pada hakim lelaki di PN di Bali yang disangka jadi perebut bini orang alias pebinor. Menurut KY, sekarang ini ada team yang bekerja mengusut masalah itu.

“Ini team tengah jalan,” kata Ketua KY Jaja Ahmad Jayus waktu dihubungi, Jumat (30/11).
, Senin (3/12/2018).

Cerita pebinor itu terendus di salah satunya pengadilan negeri (PN) di Bali. Hakim D merampas pegawai pengadilan berinisial C yang istri hakim berinisial P.

Mahligai rumah tangga itu semakin ditest waktu hakim P bekerja di Nusa Tenggara hingga membuat hakim P jauh dari istrinya yang tinggal di Bali. Peluang itu tidak disia-siakan oleh hakim D untuk selalu menggerogoti rumah tangga itu.

Perlahan-lahan tetapi tentu, wanita yang diketahui tenang itu goyah serta mulai terpikat pada hakim D. Kedua-duanya mulai sama-sama bertukar chat mesra semenjak awal 2018 ini serta menyebut dengan panggilan papa-mama menjadi panggilan sayang.