Lakukan Penipuan Dan Penggelapan Seorang Mantan Bupati Di Ringkus Polisi

Lakukan Penipuan Dan Penggelapan Seorang Mantan Bupati Di Ringkus Polisi – Penyidik Direktorat Reserse Kriminil Umum Polda Sumatera Utara (Sumut) mengambil keputusan bekas Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Syukran Jamilan Tanjung (51), jadi tersangka masalah penipuan dan penggelapan. Waktu menjabat kepala daerah, dia disangka sudah menipu pihak yang menginginkan memperoleh project infrastruktur.

Penetapan tersangka atas Syukran di sampaikan Kabid Humas Polda Sumut AKBP Tatan Dirsan Atmaja di Medan, Jumat (18/5). Dia menerangkan, saudara kandung Syukran, Amirsyah Tanjung juga jadi tersangka dalam masalah ini.

” Dari hasil titel perkara dan bukti yang cukup, keduanya diputuskan jadi tersangka dalam masalah ini, ” kata Tatan.

Masalah ini dilaporkan Joshua Maruduttua Habeahan ke Polda Sumut pada 30 April 2018, dengan nomor LP 546/IV/2018/SPKT Amirsyah dan Sukran jadi terlapor.

Dari hasil kontrol sesaat, Joshua awalannya berjumpa Amirsyah membahas mengenai juga akan ada pelaksanaan project konstruksi sejumlah Rp 5 miliar di Tapteng. ” Nah, Syukran yang menjabat jadi bupati yang memerintahkan Amirsyah untuk memohon beberapa uang administrasi, ” terang Tatan.

Uang yang disuruh Syukran, lewat Amirsyah, pada Joshua sebesar Rp 450 juta. Dia dijanjikan memperoleh beberapa project, termasuk juga pembangunan kontruksi.

Joshua juga kirim uang yang disuruh lewat bank. Namun project yang dijanjikan tidak kunjung ada.

Karna terasa ditipu, Joshua melapor ke polisi. Syukran dan Amirsyah juga jadi tersangka dan dijerat dengan Pasal 378 dan 372 KUHP.

Tatan memberikan, penyidik juga akan menyebut Syukran dan Amirsyah untuk di check dengan status tersangka.

Syukran menjabat Bupati Tapteng pada 2016. Terlebih dulu dia menjabat Plt Bupati sesudah Bupati periode 2011-2016, Raja Bonaran Situmeang, masuk bui pada 2014