Kibarkan Bendera Besar, Penerjun Kopassus Pecahkan Rekor MURI

Kibarkan Bendera Besar, Penerjun Kopassus Pecahkan Rekor MURIĀ  – Rekor pengibaran bendera paling besar kala terjun bebas pecah di acara puncak upacara penutupan Banyak Basic Akmil TA 2019 di Lanud Suparlan, Pusdiklatpass Kopassus, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (19/3/2019).

Dalam pengerjaannya 17 penerjun dari Kopassus terjun dari ketinggian lima ribu kaki. Tiga salah satunya semasing membawa bendera Merah Putih, bendera merah Kopassus serta bendera hijau Akademi Militer mempunyai ukuran 6×9 mtr..

Belasan penerjun itu mulai membuat susunan serta membentangkan bendera dari ketinggian 5000 – 8000 kaki. Dengan sigap, dalam kurun waktu 10 detik team penerjun meningkatkan payung semasing.

Penyerahan plakat rekor MURI diserahkan oleh Senior Manager MURI Awan Rahargo pada Komandan Jenderql (Danjen) Kopassus, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa serta pemimpin regu Kolonel Inf Yudha Erlangga.

“Saya bangga dengan pencapaian rekor ini, lantaran soal ini cuma dapat ditunaikan oleh banyak prajurit yang terbiasa, lantaran ia mesti dapat memikir tenang dalam keadaan yang berlebihan,” tutur I Nyoman.

I Nyoman sangat percaya dengan potensi prajuritnya, bukan gak mungkin Kopassus dapat menyentuh beberapa daerah yang berlebihan. “Umpama masuk ke daerah yang terdampak musibah, Kopassus dapat terjun membawa tandem dokter atau obat lantaran sulitnya akses transportasi,” katanya.

Tidak cuman terjun payung pecahkan MURI, sejumlah 263 taruna Akmil pun awal kalinya terjun dari Pesawat Hercules.

Ekspresi lega terpancar dari muka Muhadi (65) kala memandang cucunya Aris Rihul terjun. “Alhamdulillah, cucu saya dapat terjun dengan selamat, baru saja masuk ke sortie satu,” tutur Muhadi di antara acara.

Pria asal Batang, Karangasem itu ada ke Bandung Barat sejak mulai pagi hari bersama dengan anaknya, yang disebut orangtua dari Rizal. “Saya lebih tegang kala cucu saya berlatih di air, lantaran saya dahulu sempat alami serta hampir terbenam,” kenangnya.

Selain itu, Bimantoro (25), penduduk Jakarta hingga sampai ikhlas bermalam untuk melihat adiknya Virhan terjun pada upacara penutupan Banyak Basic Akmil TA 2019.

“Saya bangga memandang adik saya, saya pun bermalam di ruang Baros (Cimahi) lantaran gak pengin terlambat,” ujat Bimantoro.

Dia mengatakan pernah risau kala adiknya terjun dari pesawat. Tetapi, kekhawatirannya pupus kala Virhan sukses datang dengan mulus.