Kenapa Tidak Boleh Tidur dalam Keadaan Marah?

Anda tentu pernah mendengar istilah dari orang tua yang mengatakan bahwa jangan  tidur dalam kondisi marah. Kalau anda sebelumnya pernah mengacuhkan hal itu, ternyata ada beberapa alasan ilmiah dari istilah itu. Beberapa waktu lalu, sejumlah peneliti menemukan, jika seseorang kurang mampu menghilangkan ingatan negatif pada otak setelah mereka tidur di bandingkan sebelum tidur.

Terkadang, tidur merupakan sebuah proses penerimaan dan penyimpanan ingatan di otak pada setiap harinya. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa proses tersebut memperkuat kenangan ketika tidur, jadi membuat seseorang menjadi lebih sulit untuk menghilangkan kenangan negatif, yang mungkin pada sebagian orang tidak ingin mengingatnya lagi. Para peneliti juga mengungkapkan, seseorang harus mencoba untuk menuntaskan pertengkaran yang terjadi sesaat sebelum tidur sehingga tidak tidur dalam kondisi marah.

Para peneliti pada studi tersebut meminta 73 pria di Inggris untuk mengamati 26 foto netral dari wajah beberapa orang. Foto tersebut netral, yang berarti mereka tidak memiliki hubungan dengan emosi positif atau pun emosi negatif. Namun pada setiap foto netral di sisipkan dengan gambar yang menjengkelkan,  contohnya seperti foto mayat, seorang anak menangis dan orang terluka. Dengan begini, orang-orang dapat belajar untuk mengasosiasikan tiap-tiap wajah dengan gambar sisipan itu.

Tak lama setelah itu, para peneliti menunjukkan sejumlah foto wajah lagi dan meminta mereka untuk mencoba menghilangkan, atau menekan kenangan dari gambar yang mengganggu tadi. Setelah para peserta tidur semalam, mereka memberikan laporan bahwa mereka menjadi lebih sulit untuk melupakan gambar yang menjengkelkan itu. Hasil ini menunjukkan bahwa ketika tidur bisa mempersulit kemampuan orang untuk menghapus sesuatu yang tidak ingin mereka ingat.