Karaoke Maxi Brilian Di Razia Polisi Terduga Mnyediakan Service Striptis

Karaoke Maxi Brilian Di Razia Polisi Terduga Mnyediakan Service Striptis – Karaoke Maxi Brilian di Blitar digerebek. Fakta penggerebekan ialah karaoke yang kafe itu menyiapkan service striptis. Walau dibantah pemiliknya, akan tetapi polisi masih mengolah laporan serta penemuan itu.

Dari karaoke itu, polisi membawa empat kardus minuman keras (miras). 20 pemandu lagu (LC) ikut ikut dibawa. Pangkal permasalahan yaitu si penari striptis ikut ikut dibawa. Ada dua penari striptis yang dibawa. Mereka dibawa ke Polda Jawa timur di Surabaya.

“Setelah itu seputar 20 orang pemandu lagu dibawa ke Polda Jawa timur dengan memakai mobil Elf berwarna orange. Baru datang di polda seputar jam 07.00 WIB,” tutur Kabid Humas Polda Jawa timur Kombes Frans Barung Mangera waktu dihubungi detikcom, Senin (3/12/2018).

Barung menjelaskan waktu dikerjakan penggerebekan, dijumpai di salah satunya room karaoke tengah berjalan tampilan dua penari striptis yang menari tiada baju di depan satu pengunjung pria.

Selesai digerebek, polisi menempatkan police line di pintu masuk karaoke yang terdapat di Kelurahan Kauman, Kecamatan Kepanjen, Kota Blitar itu. Polisi ikut mengambil alih tanda bukti yang lainnya.

“Tanda bukti yang ditangkap 4 kardus minuman keras dari beberapa merk serta perijinan operasional dari (Maxi) Brilian cafe,” pungkas Barung.

Pemilik Maxi Brilian, Heru Sugeng Priono, menyanggah karaokenya menyiapkan service striptis. Menurut Heru, aktor striptis itu bukan dari manajemen usaha kepunyaannya. Karaoke Maxi Brilian memang menyiapkan pemandu lagu untuk pengunjung.

“Saya meyakini, seyakin-yakinnya aktor striptis itu tidak dari manajemen Maxi Brilian,” tegasnya pada wartawan, Senin (3/12/2018).

Heru mengakui memperoleh info dari karyawannya bila polisi menggerebek striptis di salah satunya room, yakni room 4. Menurut karyawan itu, sebelum penggerebekan, seseorang tamu pria serta wanita menyewa room itu serta minta ruang ditutup dari dalam.

“Saya bertanya ke karyawan saya, lha kamu apakah tidak pantau. Ia katakan, tidak dapat pak. Tamunya meminta ruang tertutup rapat. Muka mereka ikut tertutup helm waktu masuk kesini,” katanya.

Heru memberikan, ada salah satunya karyawatinya yang turut masuk ke room itu. Akan tetapi Heru belumlah dapat mengkonfirmasi sebab wanita berinisial CLS itu turut dibawa ke Polda Jawa timur.

“Tuturnya di ruang itu ikut diketemukan kondom. Lha ini siapa yang lakukan saya ikut masih tetap menanti hasil penyelidikan polisi. Anak buah saya CLS barusan sudah sempat telephone, pak saya dibawa ke polda, selebihnya saya tidak dapat bertanya apa-apa kembali,” papar Heru.

Heru sendiri mengakui terperanjat dengan penggerebekan tempat bisnisnya itu. Dia menjelaskan tetap memperingatkan karyawannya supaya bisnisnya itu bebas narkoba, prostitusi serta asusila.

“Manajemen saya mengaplikasikan usaha hiburan yang sehat. Saya ketat mengaplikasikan operasional sesuai dengan SOP. Kami ingin membuat tempat hiburan bebas narkoba, bebas prostitusi serta bebas asusila,” tandas Heru.