Kabar Tentang Cukai Rokok Naik Terus Gimana Dengan Nasib Buruh

Kabar Tentang Cukai Rokok Naik Terus Gimana Dengan Nasib Buruh – Grup aktor usaha juga pekerja sepakat memohon pemerintah untuk tidak menaikkan cukai rokok pada th. depan sangat berlebihan. Mereka memohon pemerintah memperhatikan akibatnya karena kenaikan cukai itu.

Kenaikan eksesif di yakinkan akan percepat kematian industri hasil tembakau. Ini dinilai akan mengubah penghidupan sebagian ratus ribu buruh pekerja di pabrik rokok dan aktor ritel pasar.

” Kami memohon pemerintah, dalam meyakinkan tingkat cukai untuk mempertimbangkan masalah ketenagakerjaan, terlebih nasib buruh rokok. Apabila kenaikan tarif cukai rokok begitu tinggi seperti th. ini, jadi penjualan semakin sulit dan otomatis pabrik akan kurangi jumlah pekerjanya, ” kata Ketua Umum Federasi Perkumpulan Pekerja Rokok, Tembakau, Makanan dan Minuman (FSP RTMM) Sudarto.

Menurutnya, dengan terdapatnya penciptaan lapangan pekerjaan, hadirnya produsen dan buruh rokok itu jadi membantu tingkatkan kesejahteraan di tingkat pedesaan.

“Pemerintah harus ingat, bila dengan menaikkan cukai, tenaga kerja akan jadi korban. Tujuan th. lalu saja tidak terwujud, kok ini jadi dinaikkan, saya tidak paham, ” papar Sudarto.

Selain itu, Sekretaris Jenderal Asosiasi Pedagang Pasar Semuanya Indonesia (APPSI), Muhammad Maulana, mengatakan, sebagian anggotanya turut mempercayakan nasibnya dari product rokok. Menurutnya, seandainya ada kenaikan, harusnya jangan sampai begitu tinggi. Kenaikan 10 persen untuk yang th. ini saja sudah mengakibatkan problem pada pedagang pasar, terutama mengingat saat ini keadaan ekonomi tidak menentu.

“Kalau ada guncangan begini rokok naik hingga 10 persen ini akan demikian miliki dampak besar pada perdagangan. ”

Maulana juga memberi bila wacana menaikkan tarif cukai sebesar 8. 9 persen yakni tidak cocok karna pengaruhnya hanya akan menjadi memperburuk perdagangan retail yang keadaannya sekarang ini tetap masih lesu.

“Kenaikan cukai sebesar 8, 9 persen akan demikian besar pengaruhnya. Karna pengaruhnya bukan hanya ke rokok, yang beberapa lain juga ikut naik. Oleh karena itu, usaha perdagangan retail saja sekarang ini sudah lesu, terutama ada kenaikan itu, ” jelas Maulana