Jebolnya Tembok Pertahanan Manchester City

Jebolnya Tembok Pertahanan Manchester City – Manchester City alami penurunan serta sekarang justru ketinggalan dari Liverpool di puncak klassemen. Pertahanan yang tidak kembali kukuh bisa saja salah satunya faktanya.

City sekarang turun ke tempat ke-3 klassemen Premier League sesudah kekalahan 1-2 dari Leicester City di King Power Fase, Rabu (26/12/2018) malam WIB tempo hari. Sudah sempat unggul duluan melalui gol Bernardo Silva, City mesti kebobolan gol-gol Marc Albrighton serta Ricardo Perreira.

Diimbangi kemenangan Liverpool 4-0 atas Newcastle United, City ketahan di tempat ke-3 dengan 44 point, beda tujuh angka dari lawannya itu. Bahkan juga Tottenham Hotspur sekarang melalui mereka dengan kelebihan satu point.
Perform City yang alami penurunan masuk bulan Desember ini lalu jadi sorotan. Walau sebenarnya sejak dari Agustus, laju City demikian impresif dengan cuma 2x kehilangan angka dalam 15 minggu awal.

Posisi depan City memang masih tetap ganas sebab selama ini telah 51 gol diciptakan serta siapa saja dapat mengerjakannya. Tetapi, ada satu permasalahan penting yang justru lepas dari pantauan Pep Guardiola sebagai manajer, yaitu posisi belakang.

Awalannya City bersama dengan Liverpool jadi team sangat kuat pertahanannya, cuma kebobolan tujuh gol. Tetapi, dalam empat pertandingan paling akhir, City dengan gampangnya membiarkan delapan gol bersarang di jala mereka.

Jumlahnya itu semakin banyak daripada keseluruhan kebobolan The Reds selama musim ini. Bahkan juga dalam sembilan pertandingan paling akhir di semua pertandingan, City tidak berhasil clean sheet. Keseluruhan City musim ini telah kebobolan 15 gol serta Ederson baru menuliskan delapan clean sheet.

“Ini sama dengan di Stamford Bridge. Mereka membuat gol dengan kesempatan pertamanya sesudah 44 menit, Crystal Palace cetak dua gol dari dua usaha pertana mereka serta ini hari kesempatan pertama mereka ikut berbuntut gol. Kami sebetulnya tampil lebih baik dan konstan,” tutur Guardiola seperti diambil ESPN.

“Mungkin kami tidak membuat banyak kesempatan tetapi kadang susah mengerjakannya dengan beberapa pemain yang baru sembuh dari cedera, Mereka perlu waktu serta menit bermain. Lepas dari 5-10 menit paling akhir pertandingan di set pertama saat kami kecurian dua atau tiga kesempatan berturut-turut – yang manakah itu sering berlangsung -, sebetulnya tidak memiliki masalah,” sambungnya.

Badai cedera disebutkan jadi fakta City tidak tampil cemerlang. City telah kehilangan Benjamin Mendy yang perlu mangkir lama sebab cedera serta Fabian Delph yang sering muncul bagus di pos bek kiri justru dikartumerah.

Sesaat, Fernandinho menjadi hanya satu gelandang bertahan di team ikut tengah cedera yang diklaim sebab kecapekan. Pasalnya City tidak miliki pelapis untuk pemain dari Brasil itu.

“Kami cuma dikit kehilangan sentuhan waktu umpan paling akhir, eksekusi kesempatan, serta team lainnya menghukum kami: Townsend, ini hari ada kembali gol fenomenal dari Ricardo.”