Jamilah Mat Shaari Korban Di Bunuh WNI Di Malaysia

Jamilah Mat Shaari Korban Di Bunuh WNI Di Malaysia – Empat orang yg ditahan sehubungan pembunuhan seseorang wanita Indonesia bernama Jamilah Mat Shaari di Seri Kembangan, Malaysia, didapati seluruhnya berkewarganegaraan Indonesia. Ke empat WNI itu akan diinterogasi polisi Malaysia.

Seperti dilaporkan kantor berita Bernama serta diberitakan The Star, Sabtu (19/1/2019) , Kepala Kepolisian Distrik Serdang, Ismadi Borhan, dalam keterangannya menyebutkan dua pria serta dua wanita yg ditahan sehubungan perkara pembunuhan ini akan ditahan saat lima hari mulai Jumat (18/1) waktu ditempat.

Ismadi memberi tambahan jika ke empat orang yg ditahan itu seluruhnya masyarakat negara Indonesia. Tapi jati diri keempatnya tidak diekspos ke publik.

Motif dibalik pembunuhan ini tetap diselidiki selanjutnya. Tapi pendapat sesaat merupakan kecemburuan karena ada orang ke-3.

” Motif dari insiden ini dipercaya lantaran salah-paham atau kecemburuan lantaran orang ke-3, dapat seseorang kekasih atau pendamping yang lain, ” ucap Ismadi dalam pengakuannya.

Korban yg diidentifikasi berumur 33 tahun ini pertama diketemukan oleh saudari iparnya pada Kamis (17/1) sore waktu ditempat. Kala itu sang saudari ipar menyatakan baru pulang kerja. Kabar beda menyebutkan jika sang saudari ipar ini tinggal satu rumah dengan korban, tapi tidak didapati tentunya apa ia termasuk juga dalam empat orang yg ditahan polisi.

Laporan media-media lokal Malaysia menyebutkan korban tergeletak diatas kasur dalam kamarnya serta dalam kondisi telanjang kala diketemukan.

Autopsi postmortem udah dijalankan pada jenazah korban di Rumah Sakit Tengah. Akhirnya tunjukkan jika korban meninggal dunia karena tercekik. Laporan postmortem ikut tunjukkan tidak ada luka-luka beda di badan korban, termasuk juga tidak ada pertanda sisa kekerasan serta pemerkosaan.

Sarana lokal Malaysia menyebutkan Jamilah yg seseorang ibu tunggal ini kerja seseparuh sesi menjadi pembantu rumah tangga. Korban dilaporkan tinggal dalam sebuah apartemen sewaan di daerah Taman Universiti, Seri Kembangan, Malaysia bersama dengan empat orang yang lain.