Harga Minyak Pengaruhi Wall Street

Bursa Saham Amerika Serikat (AS) terpeleset setelah usai menguat dalam tiga hari secara berturut-turut, serta diikuti mengenai menguatnya obligasi, emas serta yen yang diakibatkan karena investor kembali ke aset safe haven.

Harga minyak ditutup dibawah 31 US Dollar per barel serta menyusul laporan tentang persediaan minyak mentah yang ada di Amerika Serikat. Harga minyak juga merosot merespon laporan yang menunjukkan persediaan minyak mentah AS naik ke level tertinggi 86 tahun.

Sementara itu turbulensi di pasar keuangan yang telah mereda sejak pekan yang lalu, investor juga memantau kekenyangan stok minyak global dan perlambatan ekonomi China. Indeks Dow Jones menurun hingga 41,36 poin atau 0,25 persen jadi 16.412,47, indeks S&P 500 dan kehilangan 9,05 poin atau seputra 0,47 persen ke 1.917,77 serta indeks Nasdaq Composite merosot 46,53 atau 1,03 persen jadi 4.487,5.

Saham perusahaan dari sektor konsumsi sangat melemah 0,4 persen dengan Wal-Mart Stores Inc meluncur 2,9 persen setelah memotong perkiraan penjualan secara tahunan. Stok minyak jenis West Texas Intermadiate ditutup di bawah US$ 31 per barel, setelah reli sebelumnya sebanyak 4,3 persen menjadi US$ 31,98 per barel. Serta kenaikan harga minyak sebelumnya ditopang tentang rencana Arab Saudi dan Rusia untuk membekukan produk pada tingkat mendekati rekor.