Green Boots, Mayat Gunung Everest

Gunung Everest adalah gunung tertinggi di dunia dengan puncaknya yang mencapai ketinggian 8.848 mdpl. Itulah yang membuat Everest dikenal dengan daratan yang paling dekat dengan langit. Angka tersebut menjadi tantangan bagi orang yang ingin menaklukkan Everest. Puncak Gunung Everest ini di selimuti saju tebal dan dingin.

Walaupun dengan keindahan yang mempesona mata itu, Everest juga dikenal dengan sebutan kuburan raksasa. Banyak jasad manusia yang bersemayam disana, bahkan jumlahnya diperkirakan mencapai ratusan di sekitar jalur pendakian puncak Everest. Salah satu yang terkenal adalah Green Boots. Orang yang telah pernah melewati jalur pendakian Everest pasti sudah tahu jasad ini, namun jarang orang yang tahu kisah tragis dibalik mayat bersepatu hijau ini.

Mayat laki – laki ini adalah seorang 28 tahun asal polisi asal India pertama yang terpilih untuk menaklukkan Everest bernama Tsewang Paljor. Bersama kawannya bernama Tsewang Smanla dan Dorje Morup ia berhasil menuju puncak Everest pada 10 Mei 1996. Namun pada saat turun mereka terjebak badai salju dan ketiganya meninggal disana.

Paljor adalah seorang polisi dari India, sebelum mati, ia dikenal dengan wajahnya yang tampan dan kebaikan hatinya. Ia pernah bekata pada adiknya bahwa ia ingin menghabiskan hidupnya pada sesuatu yang lebih besar daripada pernikahan. Ia menjadi Indo-Tibetan Police di pasukan darat dan ditempatkan di perbatasan India dengan Himalaya. Paljor inilah hingga saat ini dikenal dengan sebutan “The Green Boots”.