Danau Luweng Blimbing Tiba-Tiba Isi Menghilang

Danau Luweng Blimbing Tiba-Tiba Isi Menghilang – Air di danau Luweng Blimbing, Semanu, Gunungkidul mendadak hilang. Air danau yang sebelum saat penuhi luweng Blimbing di Dusun Serpeng Wetan, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu itu diawalnya penuh.

Hal semacam tersebut berjalan waktu berjalan banjir akibatnya hujan dengan intensitas tinggi selagi lokasi DIY dirundung Badai Cempaka bln. November 2017 saat lalu. Permukaan air di luweng itu penuh serta jadi danau. Warga juga kaget dengan kenyataan alam itu. Tapi dua bln. selanjutnya air danau mulai surut, bahkan juga waktu ini airnya mendadak hilang.

Hilangnya air di luweng itu berjalan pada Minggu (21/1/2018) siang. Air yang pada awalnya nyaris penuhi luweng habis. Tdk cuma itu, luas luweng juga melebar lebih dari satu mtr. dikarenakan area tepi luweng terdampak longsor.

” Air di luweng (surut) mulai sejak Minggu (21/1/2018) dari waktu 14. 00 WIB hingga waktu 16. 00 WIB, ” kata salah satunya warga setempat, Suharto, selagi didapati wartawan di area, Selasa (23/1/2018) .

” Bukan cuma airnya (danau dadakan) habis, samping bagian timur luweng juga alami longsor jadi lubang (luweng) jadi melebar, ” lanjutnya.

Waktu volume air di Luweng Blimbing berkurang, lanjut Suharto, di lebih kurang area pernah terdengar nada gemuruh. Nada itu yaitu air yang masuk dalam lubang basic luweng, tak lama setelahnya selanjutnya air di permukaan hilang.

Kepala Desa Pacarejo, Suhadi mengimbuhkan, pihaknya udah memohon penduduk buat waspada selagi bekerja di lebih kurang luweng. Sebab, di lebih dari satu titik area luweng tiada restriksi atau pengaman.

” Kami imbau penduduk waspada. Lebih-lebih waktu ini mulai banyak wisatawan yang bertandang ke luweng, ” tukasnya.

Buat jauhi beberapa hal yang tdk diidamkan, lanjut Suhadi, pihaknya dapat selekasnya melapor ke Tubuh Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul. Pihaknya juga udah memohon tenaga paka dari pemkab buat mempelajari kenyataan ini.

” Dikarenakan seandainya (pemerintah) desa terang kemungkinan kecil melaksanakan kajian dikarenakan anggarannya terbatas. Kami mohon ada pemecahan buat moment ini dikarenakan (luweng) selalu melebar, ” jabarnya.

Seperti di ketahui, Luweng Blimbing dipenuhi air mulai sejak banjir lepas 28 November 2017 saat lalu. Setelah itu, luweng itu jadi object wisata dadakan. Tapi waktu ini air di luweng itu mendadak hilang.