Bayi Lakilaki Ini Jadi Rebutan Ibu Angkat Nya Yang Akan Mengadopsi

Bayi Lakilaki Ini Jadi Rebutan Ibu Angkat Nya Yang Akan Mengadopsi – Dikira tahu bayinya bakal diadopsi, pemeran yg tega meninggalkan bayinya dirumah praktek bidan di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, mengantar surat memuat permohonan biar bidan tak menyerahkan bayinya terhadap orang-orang.

Surat yg ditulis pada selembar kertas ini diketemukan di kursi depan tempat tinggal praktek bidan Asmiwarti di Jalan Veteran, Simpang Tembok, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Sabtu (23/9/2017) sore, persis ditempat yg sama seperti tempat seseorang bayi diketemukan pada 13 September 2017.

Bidan As, yang miliki tempat tinggal praktek menuturkan, surat yg tak didapati pengirim serta tujuannya ini diketemukan seputar waktu 16. 00 WIB. ” Anak saya jangan sampai dikasi sama orang-orang buk, ” demikianlah tulisan yg berada pada surat itu.

” Isi suratnya jangan sampai dikasihkan bayi saya pada seseorang beda, tidak mengerti siapa yg letakkan surat itu, kemungkinan ibu bayi lantaran mengapa anaknya ditinggal disini semestinya ada tujuannya. Sepanjang dalam perawatan saya banyak orang-orang yg datang menyaksikan bayi utk mengambil serta jadi ibu asuh, ” kata Bidan As.

Menurut Bidan As, penemuan bayi dirumah praktiknya ini cukup mengambil perhatian banyak pihak. Bayi berjenis kelamin laki laki yg utk sekarang disebut ‘Raja’ oleh salah seseorang calon ibu asuh, jadi rebutan belasan pakai suami-istri.

Tak saja warga Bukittinggi, peminat juga datang dari luar kota seperti dari Kota Padang, Payakumbuh, bahkan juga ada pasangan suami-istri yg mengakui datang dari Medan.

Sesaat, pegawai Kementerian Sosial RI yg diposisikan di sektor rehabilitasi perlindungan serta jaminan sosial Dinas Sosial Kota Bukittinggi, Yosi, mengakui banyak warga yg menghubunginya utk jadi orang-tua bayi. Yg datang segera ke kantornya ada enam orang. Belasan pasutri yang lain mengatakan kesukaan mengambil bayi ini lewat telpon serta WhatsApp.

Akan tetapi, utk mengambil bayi, banyak pasangan suami-istri mesti mendaftar dulu ke dinas sosial setempat serta penuhi beberapa syarat-syarat. Pertama, umur pasangan suami istri sekurang-kurangnya 30 th. maximum 55 th.. Lantas apabila miliki anak maximum satu anak. Ke tiga, umur pernikahan sekurang-kurangnya 5 th..

” Sesudah itu ada seputar 21-an ketentuan administrasi yg musti ditambahkan, selanjutnya kami dari tim bakal laksanakan kunjungan ke tempat tinggal serta ada pula psikotest, baru tergantung siapa calon orang tua anak buat si anak, ” pungkasnya.

Seperti di kabarkan terlebih dahulu, bayi dengan berat 4, 5 kilo-gram serta panjang 49 sentimeter ini saat kali pertama diketemukan oleh anak Bidan As di kursi depan tempat tinggal praktek bidannya, Rabu (13/9/2017) waktu 17. 00 WIB.