Air Sungai Bengawan Solo Tercemar Limbah Pabrik Akibatnya PDAM Krisis Air Bersih

Air Sungai Bengawan Solo Tercemar Limbah Pabrik Akibatnya PDAM Krisis Air Bersih – Krisis air bersih menempa sejumlah lokasi Kota Solo dalam beberapa saat paling akhir. PDAM ditempat kesusahan buat produksi air Sungai Bengawan Solo jadi air yang pantas dikonsumsi. Tidak cuman volume dari hulu yang jauh menyusut, air baku sebagai sumber olahan pun tercemar sampah pabrik.

Dihubungi merdeka. com. Humas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surakarta, Bayu Tunggul membetulkan keadaan itu. Buat penuhi kepentingan masyarakat pihaknya mengirim 5 mobil tangki air bersih, yang perlindungan dari PDAM Sukoharjo.

” Buat sesaat Instalasi Pemrosesan Air (IPA) Jurug serta Jebres memang berhenti beroperasi. Air baku kita alami pencemaran kritis. Kita menelusur di Sungai Samin (anak sungai Bengawan Solo) nyata-nyatanya sangat banyak yang buang sampah ke sungai, ” kata Bayu, Senin (29/10) .

Menurut Bayu, air yang saat ini ada tak penuhi standard baku kwalitas yang diputuskan Kementerian Kesehatan. Tidak cuman memiliki bau, air yang udah di proses pun berwarna kuning. Berlainan dengan kemarau tahun yang lalu, meskipun tercemar tetapi air yang dibuat masihlah pantas dikonsumsi.

” Ini pencemarannya 50-50, pada air sungai serta sampah pabrik, ” ujarnya.

Seterusnya dia memberikan, Instalasi Pemrosesan Air (IPA) Jurug serta Jebres tak beroperasi sejak mulai tempo hari malam.
Dua titik itu ambil air baku dari Sungai Bengawan Solo yang melalui bagian timur Kota Solo.

Bayu memberikan, ada 20 prosen konsumen setia dari keseluruhan 59 ribu konsumen setia yang terdampak. Yaitu di daerah Mojosongo, Ngoresan, Jebres, Pucangsawit, Jagalan serta Sangkrah.

” Ada kira-kira 12 ribu konsumen setia di daerah ini. Kami dapat memohon perlindungan PMI serta BPBD buat mengerjakan droping air ke beberapa daerah terdampak, ” ujarnya